.

Minggu, 28 Maret 2010

Primbon Jawa

Primbon Jawa Studi mengenai kebudayaan Jawa memang menarik banyak kalangan. Di antaranya terdapat sejumlah buku yang dibuat oleh orang Belanda; salah satunya selain Van Hien adalah PJ Zoetmoelder yang
sudah diterjemahkan dengan judul Manunggaling Kawula Gusti, pantheisme dan Monisme dalam Sastra Suluk Jawa – Suatu Studi Filsafat (Gramedia, 2000) yang mengkaji kebudayaan Jawa dalam perspektif filsafat. Selain itu ada Niels Mulder, juga seorang Belanda yang menggeluti studi Jawa dalam perspektif mistisme. Doktor ilmu-ilmu Sosial dengan disertasi berjudul Kebatinan dan Kehidupan Sehari-hari di Jawa Dewasa Ini juga menerbitkan buku berjudul Mystism in Java Ideology in Indonesia yang memiliki kesamaan sekaligus perbedaan dengan kajian yang dilakukan oleh Van Hien.

Primbon Letak persamaannya, keduanya meletakkan ketertarikan studi yang erat pada satu titik yang sama: mistisme atau kejawen. Perbedaannya, Mulder mencoba menarik benang merah dari asal muasal orang Jawa dengan praktik sehari-hari yang terjadi dalam masyarakat Jawa, sampai pada pemakaian istilah-istilah Jawa dalam berbangsa dan bernegara (di Indonesia) dalam kisaran tahun tahun 1990-an.

Sebagai seorang antropolog, ia berusaha menguak lebih dalam “misteri orang Jawa”, khususnya Jawa Tengah bagian selatan yang merupakan tempat risetnya. Sementara buku ini, secara spesifik membahas asal muasal lahirnya berbagai fenomena mistisisme khas Tengger sebagaimana disebutkan di atas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar